Photobucket

Perubahan Terbesar

Dulu, waktu masih jaman kuliah saya sangat merasa nyaman dengan apa yang saya lakukan. Uang masih di supply dari orang tua, kegiatan sehari2 saya selain pergi ke kampus dan belajar adalah bermain , nongkrong dengan teman-teman, ngeband, pacaran dan kegiatan2 anak muda pada umumnya. Lalu saya berani menikah saat pacar saya melamar dan menikahi saya. Berani menikah saat umur kami 23 tahun dan belum punya pekerjaan tetap. Itu perubahan terbesar pertama dalam hidup saya.

Kemudian, setelah sekian bulan numpang di rumah orang tua saya. Kami (saya dan suami), berani pindah dan ngontrak kamar 3x4m, walaupun masih belum punya kerjaan tetap. Itu perubahan terbesar kedua saya. 

Setelah puas hidup berdua saja dengan suami selama 4 tahun tanpa dikaruniai anak, dan melakukan hal-hal yang menyenangkan lainnya sama seperti saat masih single dulu, tapi ditambah dengan main game sampai pagi kadang di gamenet kalo malam minggu atau dirumah saja kalau week day karena sudah menikah jadi saya bebas pulang pagi...hehehe. Menurut saya sekarang kegiatan itu hanya menguras uang dan membuang waktu saja. Akhirnya Alhamdulillah setelah 4 tahun hidup berdua saja saya pun dikaruniai seorang bayi laki2 yang lucu, saya otomatis dirumah cuman tinggal bertiga saja. Tidak main2 game lagi, jarang banget ngemall, jarang mengunjungi teman dan saudara karna waktu saya , saya habiskan untuk anak saya. Itu perubahan terbesar saya yang ketiga. 

Bosan? tentu saja ada ... kadang setiap sabtu & minggu saya selalu nodong sama suami, supaya kami bisa jalan2 atau makan di luar. Tapi semua bosan itu saya telan sendiri, mau gimana lagi yaa... saya harus berkorban demi anak saya. 

Tidak mudah memang untuk melakukan perubahan2 itu, tapi demi masa depan, saya pun harus melakukannya. Tidak seperti kebanyakan ibu rumah tangga lain yang selalu bilang, saya ingin kuliah lagi, saya ingin bekerja lagi, dll dst dsb... Saya tidak demikian. Yang saya inginkan , saya bisa mencari uang tanpa harus meninggalkan anak saya. Setiap perkembangan anak, selalu saya adukan sama suami, orang tua atau mertua saya. Saya ingin menjadi orang nomer 1 yang tau tentang perkembangan anak saya. Bukan pembantu, asisten, ataupun neneknya (maaf ya mah..hehe). 

Makanya selain serius ngurus anak, tapi saya juga serius ngurus bisnis saya. Walaupun judulnya Bisnis Online , orang pasti akan diam setelah saya bilang 'bisnis MLM'. Ga papa...walaupun MLM tapi bisnis ini halal, produknya nyata, pembagian bonusnya pun fair, bukan money game atau apalah istilah nya.... Saya sangat bersemangat sekali dengan bisnis ini, jika ada hal baru atau cerita baru tentang perkembangan orang2 yang naik level/bonus di d'BCN pasti saya selalu cerita sama suami saya. Kayaknya dia sampai bosan tuh ndenger saya ngomongin dbc aja...hehehe. 

Tapi ya itulah....saya ingin berubah, merubah keadaan ini menjadi lebih baik lagi, merubah taraf ekonomi keluarga kami menjadi naik ke tingkat selanjutnya. Merubah yang dulunya kalo jalan2 paling juga ke pangandaran menjadi jalan2 ke luar negri/ ke Bali dan kota2 lainnya yg indah2. Merubah kendaraan kami yang tadinya motor menjadi mobil. Merubah rumah yang tadinya ga ada garasi mobilnya karna jalannya kecil (walopun bukan di gang) menjadi rumah luas dengan halaman depan dan ada tempat bermain dibelakang rumah dan ada garasi mobilnya (hehehe). Merubah taraf hidup ekonomi keluarga saya, membantu bapak tiap bulannya dan ingin mengajak kedua orang tua saya naik haji, makan di restoran mewah, dan nginap di hotel mewah pula. Yang dulunya selalu ditraktir makan di rumah makan yang mahal oleh mertua saya, saya ingin mereka pun kami traktir makan di rumah makan mahal pula dengan memakai uang kami bukan uang mertua saya.

Jalan saya untuk mencapai semua perubahan  itu ada disini.

Photobucket

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Photobucket