Photobucket

Dare To Dream Paris Travel Set Promo Rekrut Mei 2010

Haluuuu......udah ga sabar deh mo ngumbar, klo di bln mei ini promonya keren abiss..


Soo...buat yg belum ikutan harap disimak ya...
Promo ini berlaku dari tgl 3 sampai 29 Mei 2010
Jadii, jangan sampai nyesel deh karna promonya keburu abis...

Cara bergabung:

  • Mendaftar Sebagai Consultant Oriflame 29.900
  • lakukan belanja awal minimal 175.000 akan dapat potongan 10.000
  • jadi Biaya Daftar hanya Rp 19.900 !


*Keuntungan lainnya!
Welcome Program 1:
Lakukan Order minimal 75bp dalam waktu 30 hari sejak bergabung menjadi Consultant. Anda akan mendapatkan
Hadiah WP 1 : GG Vip Volume Mascara senilai Rp 149.000,- secara GRATIS!







Welcome Program 2:
Jika Anda menyukainya, maka akan mudah mendapatkan 100bp berikutnya pada bulan ke 2 anda di Oriflame. Anda akan mendapatkan
Hadiah WP2 : GG Bronzing Pearl senilai Rp 198.000,- secara GRATIS!




Welcome Program 3:
Pertahankan pencapaian Anda dan raih 125bp di bulan ketiga, maka anda tidak kehilangan apapun. Anda justru memperoleh banyak hadiah, seperti anda akan memperoleh
Hadiah WP3 : Paris Hand Bag senilai Rp 529.000,- secara GRATIS!






See?
Bergabung hanya 29.900 dan anda bisa memperoleh hadiahnya TOTAL Rp. 876.000,- secara GRATIS!
Anda mau lebih??

Promo Untuk Sponsor :



Rekrut hanya DUA orang teman anda untuk meraih impian mereka. Dan bantulah mereka mencapai Welcome Program Step 1 (75bp) sebelum tanggal 29 Mei 2010
Maka hadiah Anda sebagai sponsornya adalah HandBag Paris senilai Rp. 529,000 secara GRATIS*



*Hadiah handbag diperoleh di awal bulan Juni 2010 dengan minimal order Rp 175,000


Dare to joint ??? 

40rb yg bisa merubah hidupmu

Sebenernya aku terinspirasi nulis ini karna waktu beberapa minggu yang lalu, baca note's nya salah satu dbcn'ers tentang arti 40rb buat kita.

Ada yang bilang : 
  • bisa buat bayar taksi sekali jalan (klo di bdg), 
  • bisa buat sekali makan (klo makan di fast food), 
  • bisa buat beli pulsa 2x20rb (buat seminggu), 
  • bisa buat nge-warnet 10 jam (@4000/jam), 
  • bisa buat jajan cemilan,
  • bisa buat nonton,
  • dll ....
Tapi arti 40rb buat aku bisa berarti banyak buat aku. Aku bisa mempunyai penghasilan yang hasilnya melebihi nilai dari 40rb itu. Aku bisa mempunyai banyak teman2 yang hebat dari uang 40rb itu. Aku bisa memberi ini dan itu untuk orang2 di sekitar aku. Aku bisa membahagiakan orang2 yang aku sayang dengan uang 40rb itu.

Kok bisa?

Bisa doong....dengan 40rb itu aku bisa punya bisnis sendiri. Ga usah deh bisnis modal gede2an, stok barang dll dsb dst. Cukup 40rb aja!!! ... kadang kurang malah, atau kadang GRATIS!! .... Dari pada uang nya di pake buat hal2 yg ga berguna ... mending kita investasikan di bisnis ini. 

Tenang aja, ini bukan omongan yang asal ngomong kok...sudah ada buktinya. Sudah terbukti kehebatannya...ga percaya? cek aja leader ku ini , beliau setiap bulan sudah berpenghasilan lebih dari 5jt/bln. Yup! dari uang 40rb itu lhoo...

Syaratnya cuman 1 .... MAU ga ? Klo mau, ayo sama aku yuk. Kita sama2 jalan bareng...bangun bisnis ini bareng2, sukses bareng2 ... Klo cuman MAU aja tanpa BERUSAHA, mending simpen aja duit nya, sayang klo kamu ikut tapi ga kamu pergunakan sebaik2nya. 

Buat yang MAU aja .... Klik disini . 

Oriflame Go to PARIS

Jalan-jalan Gratis-nya Oriflame bikin ngiler ngiler deh. Ntar bulan Juli 2010,  Oriflame ngajak para konsultannya yang sudah mencapai Gold Director UP jalan2 ke Stockholm Swedia negara dimana Oriflame ini berasal. Aku sih mendo'a kan semoga leaderku metrisca bisa dapet tiket gratis buat ke Paris di 2011 nanti. Semoga dirimu di 2011 bisa Gold Director ya buu, dan aku ingin menyumbang sebagai salah satu kaki Directormu... Nanti kalo aku bilang 'duuh aku mah kejauhan ngejernya..' , entar sama Allah SWT di jauhin bener2 deh, engga ah...ngga mau...aku kan pengen deket sama mimpiku...hehehe

Seneng seneng seneng .... karena yang ke Stockholm dari dbcn banyak benerr. Artinya Orang2 di dbcn hebat-hebat, dan sukses2. Ya iyalah....kerja nya didukung sama fasilitas2 canggih. Ngga kayak MLM model jadul, kalo mo dapetin prospek harus kesana kesini, presentasi kesana kesini, berat diongkos dan ngabisin waktu. Kita mah kerjanya cuman didepan komputer dirumah aja, sambil ngasuh anak, sambil masak, sambil beres2 dll dst dsb. Bisa sambil ngeblog, bisa sambil pesbukan, bisa sambil main game.

Yuk Yuk Yuk .... yg mo ikut ke Paris 2011 nanti masih bisa lhooo....asal ngebuttt ....


Photobucket

W O R K S M A R T not W O R K H A R D

Bekerja keras itu adalah sesuatu yang harus dilakukan untuk mencapai sukses. Tapi yang tidak kalah pentingnya, kita juga harus melakukan kerja keras kita dengan benar juga. Kadang-kadang banyak orang yang bekerja keras luar biasa pada cara, tujuan atau pendekatan yang salah, sehingga tidak pernah sukses dan pada akhirnya putus asa.
Kalau orang bilang practice makes prefect, tetapi kalau imperfect practice (practice yang tidak benar) yang anda lakukan, maka hasinya tidak akan pernah perfect. Ada sesuatu yang lebih dari sekedar bekerja keras. Tapi bekerja dengan smart, atau smart working. 
Kita bisa melihat kegiatan kita sehari-hari. Mungkin bertahun – tahun kita sudah bekerja keras, pukul tujuh sudah pergi kantor sembilan malam baru pulang. Apalagi kalau ada makan malam dengan klien, lembur, luar kota, dan lain-lain. Tapi kenapa kita masih belum sukses juga? 
Bertanyalah kepada diri Anda sendiri, apakah yang Anda lakukan itu sudah benar? Sudah tepatkah cara yang anda lakukan itu untuk mencapai sesuatu kesuksesan? Kata orang, "effort is the single most overrated trade in producing success". Bekerja keras dianggap oleh orang-orang akan selalu membawa sukses. Padahal, sukses itu tidak datang hanya dari kerja keras saja, tetapi dari banyak faktor lain seperti efisiensi, arah yang kita tuju, persiapan, kebenaran, produk dan kesempatan yang timbul.
Ada sebuah perusahaan yang cukup bagus dan ramai. Suatu ketika perusahaan itu membuka cabang satu, dua bahkan hingga lima. Dengan bekerja luar biasa, kenyatannya perusahaan tersebut tambah rugi. Dia heran kenapa? Setelah dianalisa, ternyata produk yang dijual profit-nya sedikit. Lalu dia mulai berpikir, bagaimana caranya memperbaiki situasi ini. Ini yang penting.
Kadang-kadang kita harus berhenti bekerja keras untuk mau berpikir lebih tenang dan masuk ke pemikiran dan mempertanyakan pada diri sendiri. Apa yang harus saya perbaiki? Apa yang salah pada apa yang saya lakukan? Karena dengan hanya bekerja keras saja tidak akan membawa sukses. Tetapi bekerja keras dengan benar, mau menganalisa diri, melihat orang lain, belajar dari semua lini dengan benar, barulah Anda dapat mencapai sukses. Ini sangat penting, dan walaupun semua orang tahu, kadang-kadang kita melupakannya karena rutinitas harian kita. Maka apapun yang Anda lakukan sama dengan apa yang anda lakukan kemarin, tidak pernah dianalisa lagi. Maka hasilnyapun akan kurang lebih sama dengan yang Anda hasilkan dulu.
Kalau Anda ingin melakukan perbaikan, Anda harus melakukan sesuatu yang baru. Sesuatu yang dulunya belum pernah Anda lakukan. Jangan hanya sekedar menjalankan rutinitas hidup. Melakukan rutinitas yang sama bahkan akan lebih berbahaya, karena setelah lewat 5 atau 10 tahun Anda baru sadar kalau telah salah.
Maka cobalah ambil sepotong waktu Anda meski hanya satu atau dua jam untuk berpikir dengan tenang. Lalu mengevaluasi terhadap apa yang sudah Anda lakukan selama ini. Tidak hanya sekedar bekerja dengan keras, tetapi juga bekerja dengan benar.
Pertanyaan yang tertinggal adalah :
·        Menginginkan hasil yang berbeda tetapi mengapa masih melakukan dengan cara-cara yang sama, pengetahuan dan keahlian yang sama, strategi yang sama ?
·        Mengapa tidak memulai untuk mengubah cara, strategi, pendekatan, penambahan pengetahuan dan keahlian ?
·        Ketika tidak mencapai hasil yang diinginkan mengapa target dan outcome-nya yang dirubah atau lebih fleksibel, bukan cara untuk Mencapai outcome  / target yang diubah?
Cobalah untuk memahami bahwa pilihan cara bekerja untuk mencapai hasil yang inginkan merupakan pilihan keputusan yang terbaik dan efektif saat itu, tetapi ingatkan dunia setiap saat berubah hingga dipaksa atau tidak, kita tetap akan menerima perubahan yang terjadi ? Kalau sudah demikian, apakah cara bekerja kita masih dianggap cukup efektif dan SMART ? It’s your choice!
Disini anda bisa bekerja pintar dan sedikit kerja keras.


Photobucket


Perubahan Terbesar

Dulu, waktu masih jaman kuliah saya sangat merasa nyaman dengan apa yang saya lakukan. Uang masih di supply dari orang tua, kegiatan sehari2 saya selain pergi ke kampus dan belajar adalah bermain , nongkrong dengan teman-teman, ngeband, pacaran dan kegiatan2 anak muda pada umumnya. Lalu saya berani menikah saat pacar saya melamar dan menikahi saya. Berani menikah saat umur kami 23 tahun dan belum punya pekerjaan tetap. Itu perubahan terbesar pertama dalam hidup saya.

Kemudian, setelah sekian bulan numpang di rumah orang tua saya. Kami (saya dan suami), berani pindah dan ngontrak kamar 3x4m, walaupun masih belum punya kerjaan tetap. Itu perubahan terbesar kedua saya. 

Setelah puas hidup berdua saja dengan suami selama 4 tahun tanpa dikaruniai anak, dan melakukan hal-hal yang menyenangkan lainnya sama seperti saat masih single dulu, tapi ditambah dengan main game sampai pagi kadang di gamenet kalo malam minggu atau dirumah saja kalau week day karena sudah menikah jadi saya bebas pulang pagi...hehehe. Menurut saya sekarang kegiatan itu hanya menguras uang dan membuang waktu saja. Akhirnya Alhamdulillah setelah 4 tahun hidup berdua saja saya pun dikaruniai seorang bayi laki2 yang lucu, saya otomatis dirumah cuman tinggal bertiga saja. Tidak main2 game lagi, jarang banget ngemall, jarang mengunjungi teman dan saudara karna waktu saya , saya habiskan untuk anak saya. Itu perubahan terbesar saya yang ketiga. 

Bosan? tentu saja ada ... kadang setiap sabtu & minggu saya selalu nodong sama suami, supaya kami bisa jalan2 atau makan di luar. Tapi semua bosan itu saya telan sendiri, mau gimana lagi yaa... saya harus berkorban demi anak saya. 

Tidak mudah memang untuk melakukan perubahan2 itu, tapi demi masa depan, saya pun harus melakukannya. Tidak seperti kebanyakan ibu rumah tangga lain yang selalu bilang, saya ingin kuliah lagi, saya ingin bekerja lagi, dll dst dsb... Saya tidak demikian. Yang saya inginkan , saya bisa mencari uang tanpa harus meninggalkan anak saya. Setiap perkembangan anak, selalu saya adukan sama suami, orang tua atau mertua saya. Saya ingin menjadi orang nomer 1 yang tau tentang perkembangan anak saya. Bukan pembantu, asisten, ataupun neneknya (maaf ya mah..hehe). 

Makanya selain serius ngurus anak, tapi saya juga serius ngurus bisnis saya. Walaupun judulnya Bisnis Online , orang pasti akan diam setelah saya bilang 'bisnis MLM'. Ga papa...walaupun MLM tapi bisnis ini halal, produknya nyata, pembagian bonusnya pun fair, bukan money game atau apalah istilah nya.... Saya sangat bersemangat sekali dengan bisnis ini, jika ada hal baru atau cerita baru tentang perkembangan orang2 yang naik level/bonus di d'BCN pasti saya selalu cerita sama suami saya. Kayaknya dia sampai bosan tuh ndenger saya ngomongin dbc aja...hehehe. 

Tapi ya itulah....saya ingin berubah, merubah keadaan ini menjadi lebih baik lagi, merubah taraf ekonomi keluarga kami menjadi naik ke tingkat selanjutnya. Merubah yang dulunya kalo jalan2 paling juga ke pangandaran menjadi jalan2 ke luar negri/ ke Bali dan kota2 lainnya yg indah2. Merubah kendaraan kami yang tadinya motor menjadi mobil. Merubah rumah yang tadinya ga ada garasi mobilnya karna jalannya kecil (walopun bukan di gang) menjadi rumah luas dengan halaman depan dan ada tempat bermain dibelakang rumah dan ada garasi mobilnya (hehehe). Merubah taraf hidup ekonomi keluarga saya, membantu bapak tiap bulannya dan ingin mengajak kedua orang tua saya naik haji, makan di restoran mewah, dan nginap di hotel mewah pula. Yang dulunya selalu ditraktir makan di rumah makan yang mahal oleh mertua saya, saya ingin mereka pun kami traktir makan di rumah makan mahal pula dengan memakai uang kami bukan uang mertua saya.

Jalan saya untuk mencapai semua perubahan  itu ada disini.

Photobucket

Berapa Harga Waktu Ibu?


Seperti biasa Shinta, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Bebe, putra pertamanya yang baru duduk di kelas dua SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama."Kok, belum tidur sayang?" sapa Shinta sambil mencium anaknya. Biasanya, bebe memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
Sambil membuntuti sang Ibu menuju ruang keluarga, bebe menjawab, "Aku nunggu ibu pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji ibu?"
"Lho, tumben, kok nanya gaji ibu? Mau minta uang lagi, ya?"
"Ah, enggak. Pengen tahu aja."
"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Ibu bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi, gaji Ibu dalam satu bulan berapa, hayo?"
Bebe berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara Ibunya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Shinta beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Bebe berlari mengikutinya.
"Kalau satu hari Ibu dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam Ibu digaji Rp 40.000,- dong," katanya.
"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobok," perintah Shinta. Tetapi bebe tak beranjak.
Sambil menyaksikan Ibunya berganti pakaian, Bebe kembali bertanya, "Ibu, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,- nggak?"
"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Ibu capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah."
"Tapi, Ibu..." Kesabaran Shinta habis.
"Ibu bilang tidur!" hardiknya mengejutkan Bebe. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.
Usai mandi, Shinta nampak menyesali hardikannya. Ia pun menengok Bebe di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Bebe didapatinya sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp 15.000,- di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Shinta berkata, "Maafkan Ibu, Nak. Ibu sayang sama Bebe. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp 5.000,- lebih dari itu pun Ibu kasih."
"Ibu, aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini."
"Iya,iya, tapi buat apa?" tanya Shinta lembut.
"Aku menunggu Ibu dari jam 8. Aku mau ajak Ibu main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Ibu itu sangat berharga. Jadi, aku mau beli waktu Ibu. Aku buka tabunganku, ada Rp 15.000,-. Tapi karena Ibu bilang satu jam Ibu dibayar Rp 40.000,-, maka setengah jam harus Rp 20.000,-. Duit tabunganku kurang Rp 5.000,-. Makanya aku mau pinjam dari Ibu," kata Bebe polos. Shinta terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat. 

Saya tidak tahu apakah kisah di atas fiktif atau kisah nyata. Tapi saya tahu kebanyakan anak-anak orang kantoran maupun wirausahawan saat ini memang merindukan saat-saat bercengkerama dengan orang tua mereka. Saat dimana mereka tidak merasa "disingkirkan" dan diserahkan kepada suster, pembantu atau sopir. 

Mereka tidak butuh uang yang lebih banyak. Mereka ingin lebih dari itu. Mereka ingin merasakan sentuhan kasih-sayang Ayah dan Ibunya. Apakah hal ini berlebihan?
Sebagian besar wanita karier yang nampaknya menikmati emansipasi-nya, diam-diam menangis dalam hati ketika anak-anak mereka lebih dekat dengan suster, supir, dan pembantu daripada ibu kandung mereka sendiri. Seorang wanita muda yang menduduki posisi asisten manajer sebuah bank swasta, menangis pilu ketika menceritakan bagaimana anaknya yang sakit demam tinggi tak mau dipeluk ibunya, tetapi berteriak-teriak memanggil nama pembantu mereka yang sedang mudik lebaran. 

Anak yang shalih adalah salah satu bentuk investasi akhirat kita.

Photobucket

Just U ...

Ketika aku berada dititik jenuh
maka akan kurengkuh tubuh mu yang harum seperti bunga ditaman mimpi

Ketika aku merasa kan bahwa dunia tidak bersahabat lagi,
maka akan kugelitiki lembutnya telapak kakimu,
akan ku nyanyikan semua lagu untukmu,
hanya untukmu...

Anakku 
kau lah penyemangat Ibu

Photobucket